Sunday, September 16, 2018

Intermezzo No 10 : Fanservice di Anime,Penting gak sih?

Kalo ngomongin fanservice di anime,mungkin temen-temen kebayang adegan klise dimana sang tokoh utama dari sebuah anime bergenre harem/ecchi yang jatuh terus pegang oppainya cewek dan kena gampar.Bisa juga adegan klise lain dimana ada angin nakal yang mengembuskan rok para cewek dan nampilin CD mereka yang kalo gak putih,garis-garis (atau juga bergambar beruang tak berdosa :P).Yup,kira-kira kaya gitulah.

Dalam menanggapi masalah Fanservice,di dunia para Wotaku sendiri,ada kubu yang saling berdebat mengenai hal ini.Satu kubu merasa bahwa Fanservice itu perlu karena dia bagian dari unsur komedi (dan hiburan bagi para Jones) dan kubu lain menganggap bahwa Fanservice adalah sesuatu yang gak penting dan justru merusak ceritanya.Jadi,kira-kira fanservice itu perlu gak sih dalam sebuah anime?

Kalo ditanya masalah ini,jujur gue sendiri berpendapat bahwa kita harus melihat situasinya.Terkadang ada beberapa anime yang kelewatan klisenya dalam urusan fanservice.Gue kasih contoh fanservice di anime macam Infinite Stratos,Blade Dance atau Hagure Yuusha no Estetica.Di anime-anime yang gue contohin barusan,jujur fanservice itu bener-bener overused.Kenapa gitu?simplenya karena para penonton sebenernya dateng buat  nikmatin jalan ceritanya,tapi karena fanservicenya berlebihan alur ceritanya sendiri jadi ketutupan sama fanservice yang gue rasa udah kebanyakan.

Eeer...You know what i mean,right?..err right?
Lalu emang ada fanservice yang gak kelewatan?menurut gue ada.Mari kita contohin anime macam Highschool dxd dan To Love Ru.Kedua anime ini pada dasarnya adalah anime bergenre comedy/ecchi.Genre ini pada dasarnya gak punya alur cerita yang berat dan biasanya cuma berkutat pada alur yang gitu-gitu aja.Titik berat anime ini ada pada unsur comedinya.Disini fanservice berguna buat menambah kesan konyol dan komedi pada ceritanya.Dengan kata lain,fanservicenya sendiri gak ngeganggu ceritanya secara keseluruhan.

Simplenya gue mau bilang bahwa fanservice itu layaknya sebuah komedi dalam kehidupan manusia.Kalo setinganya secara keseluruhan adalah untuk komedi,maka fanservice menjadi sesuatu yang ngelengkapin unsur komedi dari cerita yang ingin disajikan.Namun terkadang jujur,ada beberapa anime yang diadaptasi entah dari manga atau light novel yang justru menyimpang dari sumbernya.

Mari kita gunakan Infinite Stratos lagi sebagai contoh.Anime IS sendiri kalo kalian sempet baca ceritanya memang bergenre Harem/Ecchi yang sarat unsur komedi.Meskipun ada unsur ecchinya,tapi di novelnya sendiri bagian ini bukan menjadi unsur utama.Jangan salah lho yah,IS sendiri kalo kalian baca novelnya punya alur cerita yang lumayan bagus.Cuma entah kenapa ketika diadaptasi jadi anime unsur fanservicenya jadi terlalu menonjol.Hal ini bikin ceritanya secara keseluruhan jadi gak seimbang.
Percaya gak percaya,anime ini ceritanya tentang zombie dan bukan loli..
Lha kalo dibandingin sama Highschool dxd gimana bang?kan Highschool dxd lebih parah tuh.Bener,Highschool dxd itu lebih frontal fanservicenya,cuma seperti yang gue bilang tadi unsur fanservicenya menjadi bagian dari unsur komedi yang merupakan inti cerita dari anime Highschool dxd.Kalo kalian liat gimana mesumnya si Issei sampai di juluki Oppai dragon,kalian pasti bakal ketawa ngakak.

Disisi lain,kalo kalian ngebandingin sama IS,tentu kalian sadar bagaimana fanservice di anime ini seolah dibuat untuk menutupi kekurangan dari segi ceritanya.Sebagai penikmat anime tentu aja ketika ngeliat anime bergenre Sci Fi dengan tema Exoskeleton,kita tentu akan lebih focus pada masalah mesin tempurnya dibandingin scene random dimana para cewek pake baju renang yang secara ajaib bisa copot dengan sendirinya (dan Heroinnya bakal ngomong..Ichika no Ecchi).Seriously dude,we didn’t need that…
 
Pasukan harem berbaju bikini...di anime bergenre scifi..sound about right..or not
Jadi kesimpulanya gimana?kesimpulanya fanservice itu perlu ,tapi jangan gunakan fanservice secara berlebihan dan jangan gunakan fanservice sebagai alat untuk menutupi kekurangan cerita yang ada.Terkadang alur cerita yang membosankan itu muncul bukan karena dari sumbernya sendiri yang jelek (aka dari Light novelnya) tapi terkadang para animator dan produser animenya sendiri yang kurang mampu untuk mengambil inti cerita dari anime itu sendiri.

No comments: